Maafkan aku
Membiarkan cinta itu tertinggal
Di ruang yang kian kekosongan
Bukannya aku sengaja
Memisahkannya dgn fitrah yg tercipta
Aku cuma tak berupaya
Meneka warna dalam samar dan gelita
Membiarkan cinta itu tertinggal
Di ruang yang kian kekosongan
Bukannya aku sengaja
Memisahkannya dgn fitrah yg tercipta
Aku cuma tak berupaya
Meneka warna dalam samar dan gelita
Berhias sehelai selendang ungu
yang bersulam bibit rindu..
Dan sekuntum mawar putih
yang beralas sejambak kasih..
Ku titip padanya sebuah puisi
menjadi seindah warna pelangi..
yang bersulam bibit rindu..
Dan sekuntum mawar putih
yang beralas sejambak kasih..
Ku titip padanya sebuah puisi
menjadi seindah warna pelangi..
Lalu ku biarkannya di situ
Suci tanpa debu
Tanpa siapapun tahuAda hati yang terluka,
Suci tanpa debu
Tanpa siapapun tahuAda hati yang terluka,
Ada tangisan di bibir mata,
Ada derita meruntun jiwa,
Ada jiwa tiada bernyawa…
Ada derita meruntun jiwa,
Ada jiwa tiada bernyawa…
Hati ini sedih sekali,
Ada derita silih berganti,
Ingin pergi membawa diri,
Tempat mengadu hanya Ilahi….
Ada derita silih berganti,
Ingin pergi membawa diri,
Tempat mengadu hanya Ilahi….
Moga luka boleh diubati,
Moga jiwa hidup kembali,
Moga hati tidak mati,
Moga derita berlalu pergi….
Moga jiwa hidup kembali,
Moga hati tidak mati,
Moga derita berlalu pergi….
Siapa sangka siapa menduga,
Bahagia dicari derita tiba,
Mengadu nasib pada yang Esa,
Moga tenang seluruh jiwa..
Dan di saat catatan ini ditulis,Bahagia dicari derita tiba,
Mengadu nasib pada yang Esa,
Moga tenang seluruh jiwa..
cinta itu masih tertingggal
bersama harapan, impian dan doa



